Biaya Bulanan Tinggi, Warga OKI Keluhkan Tarif Air PDAM yang Tak Sesuai Pemakaian

Kayuagung – Direktur PDAM Tirta Agung Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Masagus M. Hakim, kini dihadapkan pada persoalan lama yang kembali muncul karena tak kunjung menemukan solusi.

Permasalahan yang menjadi sorotan kembali adalah terkait layanan air ledeng di wilayah Kedaton Kayuagung, di mana warga mengeluhkan bahwa tarif yang dikenakan tidak sesuai dengan pemakaian air yang diterima.

“Airnya hanya hidup pagi dan sore, jadi hanya dua kali sehari saja tersedia. Sementara biaya yang harus ditanggung antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan,” ujar salah seorang warga Kayuagung saat mengungkapkan keluhannya terkait layanan air PDAM Tirta Agung.

Keluhan ini menunjukkan bahwa meskipun pasokan air yang diterima masyarakat terbatas dan hanya hidup pagi serta sore hari – sehingga tidak dapat diakses sepanjang hari – beban biaya yang harus dibayar setiap bulan tergolong tinggi dan dianggap tidak proporsional dengan kualitas serta kuantitas layanan yang diberikan.

Direktur Masagus M. Hakim yang baru menjabat kini diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung lama ini.

Warga berharap agar pihak PDAM Tirta Agung segera melakukan evaluasi terhadap sistem penagihan tarif serta memperbaiki pasokan air agar layanan yang didapat sesuai dan tarif yang diterapkan wajar.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PDAM Tirta Agung Kayuagung terkait keluhan yang datang dari masyarakat. Tim redaksi akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru seiring dengan respons yang akan diberikan oleh manajemen PDAM. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)

Pos terkait