Dugaan Pembelian BBM Subsidi Pakai Banyak Dirigen Disorot LSM Harimau di Pematang Panggang

OKI, SUMSEL

Dugaan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam jumlah tidak wajar menjadi sorotan di salah satu SPBU Pertamina di wilayah Pematang Panggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Temuan tersebut disampaikan Ketua DPC LSM Harimau Kabupaten OKI, Marhen Saputra, S.E., M.M., setelah melakukan pemantauan di lokasi pada Selasa (22/9/2026).
Menurut Marhen, pihaknya mendapati sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk melakukan pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar. Dari hasil pemantauan, di dalam salah satu kendaraan ditemukan sejumlah dirigen yang diduga digunakan sebagai wadah penampungan BBM.
“Saat kami tanyakan kepada mereka, mereka berdalih hanya pembeli biasa. Namun, di dalam kendaraan ditemukan banyak dirigen yang diduga digunakan untuk menampung BBM,” ujar Marhen.
Keberadaan sejumlah dirigen tersebut, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan pembelian BBM subsidi dalam jumlah banyak. Ia menduga BBM tersebut berpotensi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi dapat saja ditampung untuk kemudian dijual kembali secara eceran.
“Kami mempertanyakan praktik seperti ini karena apabila BBM subsidi dibeli dalam jumlah besar lalu dijual kembali, tentu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa dirugikan,” katanya.
Operator SPBU Disebut Tidak Memberikan Penjelasan
Marhen juga mengaku telah meminta penjelasan kepada operator mesin BBM terkait aktivitas tersebut. Namun, menurut keterangannya, operator yang dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan.
“Saat kami konfirmasi kepada operator mesin BBM, yang bersangkutan hanya terdiam dan tidak memberikan penjelasan kepada kami,” ungkapnya.
Temuan tersebut kemudian didokumentasikan melalui video oleh LSM Harimau DPC Kabupaten OKI. Dalam video tersebut terlihat proses pemantauan serta upaya Marhen meminta keterangan kepada pihak yang berada di lokasi.
Meski demikian, keberadaan dirigen di dalam kendaraan maupun pembelian BBM dalam jumlah besar tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana atau penyalahgunaan BBM subsidi. Diperlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang untuk memastikan tujuan pembelian serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Minta Pertamina dan Pihak Terkait Turun Tangan
Marhen berharap pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan Pertamina, melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas yang menjadi sorotan tersebut.
Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk memastikan BBM subsidi tidak disalurkan kepada pihak yang tidak berhak atau dimanfaatkan untuk kepentingan komersial yang tidak sesuai ketentuan.
“Kami berharap pihak terkait dapat turun dan melakukan pengecekan lebih lanjut. Jangan sampai BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,” pungkas Marhen.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU maupun Pertamina mengenai temuan dan dugaan pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar sebagaimana disampaikan LSM Harimau OKI.
Konfirmasi kepada pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan apakah aktivitas tersebut telah sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM subsidi, termasuk mengenai jumlah pembelian, identitas pembeli, tujuan penggunaan BBM, serta keberadaan sejumlah dirigen di dalam kendaraan.
( Abbas ppwi )

Pos terkait