Tim Gabungan TNI dan Satgas Karhutla Tangani Kebakaran Lahan di Kutaraya

Kayuagung, 30 September 2026

Tim gabungan TNI bersama BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait melaksanakan groundcheck serta patroli darat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya titik api di wilayah Jalan Tol KM 324, Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah adanya laporan dari masyarakat setempat mengenai titik api yang terpantau di sekitar wilayah tersebut. Groundcheck dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Babinsa Koramil 402-10/Kayuagung, Serka Oktariko, bersama tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Tim gabungan terdiri dari 15 personel TNI, 6 personel BPBD, 6 personel Manggala Agni, serta 15 personel Yonif TP 894/PB.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menggunakan sejumlah kendaraan operasional, terdiri dari tiga unit sepeda motor dan lima unit kendaraan roda empat, termasuk tiga unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD, Waskita dan Yonif TP 894/PB. Tim juga membawa peralatan pendukung berupa GPS, peta dan perlengkapan lainnya.

Setibanya di lokasi sesuai koordinat yang terpantau melalui aplikasi, tim menemukan adanya lahan kosong yang telah terbakar. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare, dengan sekitar ±1 hektare di antaranya telah dilakukan upaya pemadaman.

Sementara itu, asal api serta pemilik lahan masih belum diketahui. Saat tim tiba di lokasi, kondisi api dilaporkan sudah padam, namun upaya penanganan dan pemantauan tetap dilakukan guna memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.

Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi karhutla.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Apabila masyarakat menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat sebelum api meluas,” tegas Dandim.

Dandim juga mengapresiasi respons cepat personel gabungan yang turun ke lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus bersinergi dalam melakukan pencegahan maupun penanganan karhutla. Kecepatan informasi dari masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas,” lanjutnya.

Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan aparat setempat, melakukan pendataan dan dokumentasi di lokasi kejadian. Selain itu, personel gabungan turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kegiatan groundcheck dan patroli darat ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mencegah meluasnya karhutla serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

TNI bersama unsur terkait akan terus meningkatkan pemantauan dan patroli di wilayah rawan karhutla serta mengedepankan langkah cepat dalam penanganan apabila ditemukan titik api.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha