OGAN ILIR, — Aksi seorang oknum ASN perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang diduga menghina dan merendahkan profesi kurir paket viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Dalam video yang beredar dan turut dilansir oleh media, oknum ASN tersebut diketahui bernama Riyanti Ardila. Ia melontarkan ucapan yang dianggap merendahkan profesi kurir dan masyarakat kecil.
“Saya begini-begini PNS ya. Kalau kurir ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya.”
“Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***,” ucap Riyanti dalam video yang beredar.
Belakangan, Riyanti Ardila menyampaikan permintaan maaf kepada kurir bernama Bayu yang sebelumnya menjadi sasaran ucapannya. Namun, video permintaan maaf tersebut justru kembali menuai sorotan dan kritik dari warganet.
Sebagian masyarakat menilai cara permintaan maaf yang dilakukan terkesan kurang tulus dan tidak menunjukkan penyesalan mendalam. Dalam video tersebut, Riyanti tampak masih menggunakan masker, mengenakan jaket tertutup, serta memasukkan kedua tangan ke dalam kantong jaket saat menyampaikan permintaan maaf.
Banyak komentar publik di media sosial mempertanyakan keseriusan dan ketulusan permintaan maaf tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Ogan Ilir, Fidel Castro, turut menyayangkan sikap dan ucapan oknum ASN tersebut.
Menurutnya, seorang aparatur sipil negara seharusnya mampu menjaga etika, tutur kata, serta menghormati seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang profesi.
“Saya selaku masyarakat Ogan Ilir sekaligus Ketua PPWI Ogan Ilir sangat menyayangkan sikap tidak pantas yang diucapkan oleh oknum ASN tersebut. Tidak seharusnya seorang ASN merendahkan profesi masyarakat dengan kata-kata yang menghina,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dapat memberikan pembinaan serta teguran yang tegas dan terukur agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“ASN digaji dari pajak rakyat. Karena itu, mereka harus menjadi contoh yang baik dalam sikap maupun ucapan. Jangan sampai ucapan arogan dan merendahkan masyarakat justru menimbulkan kebencian publik terhadap institusi pemerintah,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat luas dan memicu diskusi tentang pentingnya etika pejabat publik dalam bermedia sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghormati profesi dan martabat setiap warga negara tanpa diskriminasi.
#ASNOICaraMintaMaafnyaTuaSorotanTakTulus
#ASNOIUsaiViralAkhirMintaMaaf
#ASNOIRendahkan&HinakanMartabatWarga
#PemkabWajibBerikanSangsiTegasASNOIINI
Selalu Ikuti Info Terbaru Yang Kami Sajikan Yang Akan Menjadi Semua Orang Jadi @Sorotan






